Menghemat BBM dengan air

Menghemat BBM dengan air
Oleh energiportal

Rabu, Mei 28, 2008 11:15:29

Kenaikan harga BBM baru-baru ini tak pelak lagi ikut mendorong naiknya ongkos angkutan umum. Dengan income yag tetap, maka secara tidak langsung beban anggaran belanja dalam sebuah rumah tangga ataupun pribadi juga bertambah. Seolah tidak ada lagi celah untuk melakukan penghematan. Alternatif bahan bakar pengganti BBM pun belum menemukan jalannya.

Tetapi ada sebuah harapan baru bagi sebagian besar pemilik kendaraan bermotor, kaitannya dengan penghematan bahan bakar. Angin segar yang berhembus dari Kota Gudeg, Yogyakarta, memberikan sedikit celah bagi para pemilik kendaraan bermotor untuk bisa berhemat.

electrolizer, alat hasil pengembangan Djoko Sutrisno, pria kelahiran Yogyakarta 8 Mei 1957, bisa mengubah air menjadi suplemen bahan bakar. Electrolizer tersebut tidak mengubah air menjadi pengganti BBM, tetapi hanya meningkatkan kadar oktannya.

Berbeda dengan alat penghemat bahan bakar yang menggunakan prinsip MHD (Magneto Hydro Dynamics), yang bekerja dengan menarik partikel-partikel BBM menggunakan magnet agar lebih mudah dibakar di dalam silinder mesin, electrolizer bekerja hanya dengan menambahkan hidrogen ke dalam proses pembakaran.

Proses elektrolisa untuk memisahkan hidrogen dari air bukanlah hal baru. Berbagai macam eksperimen telah dilakukan di banyak negara beberapa dekade yang lalu hingga sekarang. Tetapi di Indonesia, alat yang diciptakan oleh Djoko Sutrisno tersebut dapat dibuat dengan sangat mudah oleh siapapun dan langsung bisa diterapkan tanpa ada embel-embel komersial.

Tidak sengaja

Pada awalnya, pengembangan electrolizer berawal secara tidak sengaja pada bulang Agustus 2005. Saat itu Djoko sedang mengecek air aki menggunakan korek api, dan secara mengejutkan terjadi ledakan. Hal itu membuatnya berpikir, bagaimana mungkin air bisa meledak?

Djoko yang hanya tamatan kelas 2 SMP Pangudiluhur Yogyakarta, berusaha mencari jawabannya hingga akhirnya ia menemukan jawaban setelah bertanya kepada beberapa ahli kimia di Yogyakarta. Di dalam air terdapat unsur hidrogen.

Proses elektrolisa yang belum dikenalnya, akhirnya membuat Djoko melakukan uji coba kecil-kecilan. Pada tahun 2006, dari sebuah buku akhirnya ia menemukan bahwa hidrogen bisa dipisahkan dari air dengan menggunakan tegangan.

Uji coba

Uji coba dilakukannya dengan menggunakan sebuah tabung plastik yang di bagian bawahnya terdapat selang untuk menyalurkan gas hidrogen dari proses yang terjadi, dua batang stainless steel, air dan sedikit KOH. Tabung plastik digunakan untuk tempat terjadinya reaksi elektrolisa. Stainless steel digunakan sebagai elektrode. Sedangkan KOH (Kalium Hidrolit) berfungsi sebagai katalisator yang mempercepat proses pemisahan hidrogen dari air.

Dalam uji cobanya, air murni sebanyak 1 liter dimasukkan ke dalam tabung plastik dan kemudian dicampur dengan KOH sebanyak 2 sendok teh. Ketika tegangan positif dan negatif dihubungkan pada masing-masing elektrode, maka akan segera terjadi reaksi elektrolisa yang ditandai dengan keluarnya gelembung-gelembung udara di dalam air tersebut.

Uji coba tersebut yang menghantarkannya pada terciptanya electrolizer dan mampu meningkatkan unjuk kerja mesin kendaraan bermotor.

Hemat BBM 90%

Hidrogen yang dihasilkan oleh electrolizer pada dasarnya digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran yang terjadi di dalam silinder mesin. Akibatnya, gas buang yang dihasilkan menurun hingga 90%, dan itu berarti bahwa penghematan BBM mencapai 90%. Menurutnya, oktan yang didapatkan dengan menambah hidrogen mencapai 130, lebih banyak jika dibandingkan dengan premium dan pertamax yang hanya 80 dan 94.

Djoko juga mencontohkan, sepeda motor yang biasanya hanya menempuh jarak 30-35 km dengan 1 liter bensin, setelah menggunakan 1 tabung electrolizer jarak tempuhnya menjadi 50-55 km. Sedangkan untuk mobil, Djoko menyarankan menggunakan dua alat electrolizer.

Amal

Djoko mengaku merasa lega telah berhasil menciptakan alat tersebut. Bahkan ia tidak bermaksud untuk mendapatkan patent atas alat ciptaanya tersebut, karena ia sudah membagikan ilmunya gratis kepada ratusan orang, dan ribuan kendaraan bermotor sudah menggunakan alat yang diciptakannya. Bahkan bila kelak ada yang mematenkannya, maka akan ditertawakan oleh banyak orang.

Untuk kontak :
Untuk menghubungi bapak Djoko Sutrisno, bisa dihubungi melalui surat ke alamat berikut :

Djoko Sutrisno
Jl. HOS Cokroaminoto Nomor 76 Yogyakarta

Sedangkan informasi tentang harga yang kami dapatkan :
1. Rp 75.000 untuk motor
2. Rp 150.000 untuk mobil.

atau bisa kontak :
djody_2005@yahoo.com.sg

1 Komentar »

  1. kenapa yang namnay djoko pinter2 ya.. hehehehe.

    sip veg ayo yang lain !!!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: