Pada tahun 1919 seorang fisikawan Jerman, Albert Betz, menyimpulkan bahwa tidak akan pernah ada turbin angin yang dapat mengkonversi energi kinetik angin ke dalam bentuk energi yang menggerakkan rotor (kinetik) lebih dari16/27 (59,3%). Dan hingga hari ini hal tersebut dikenal dengan Betz Limit atau Hukum Betz. Batasan ini tidak ada hubungannya dengan ketidakefisienan pada generator, tapi lebih kepada bentuk turbin angin itu sendiri. Kok begitu ya ? Begini ceritanya..
Turbin angin mengubah energi dengan memperlambat angin. Sehingga turbin angin yang 100% efektif itu akan menstop angin 100% pula. Namun kemudian baling-balin harus lah berupa lingkaran penuh donk. Dan hal ini akan mengakibatkan tidak adanya energi kinetik yang bisa dirubah. Pada kasus yang lain, apabila turbin angin hanya memiliki satu baling-baling, kebanyakan angin akan lewat aja sehingga akan semakin mengurangi energi kinetis yang dihasilkan.

efektifitas energi angin yang maksimum 0.59 tadi masih dipengaruhi oleh faktor2 lainnya. Misalnya Kekuatan, bentuk baling-baling, dan efisiensi di generator. Maka Tahukan anda hanya 10-30% energi angin yang benar-benar dapat dirubah menjadi energi listrik yang berguna. Ini pun sudah sangat mumpuni untuk memenuhi listrik di Indonesia.
Novi Andria berkata
Salam Kenal,
informasi di atas sangat bermanfaat dan saya setuju dengan Betz limit ini karena memang dapat dibuktikan dengan persamaan matematika yang sederhana. Sedikit menambahkan, kuantitas energi yang dapat diekstrak tidak hanya melihat dari “banyaknya angin yang lewat” karena kalau jumlah bilahnya diperbanyak pun, ada kalanya energi yang diekstrak malah berkurang. Hal ini berkaitan erat dengan interference drag yang timbul bila fluida memasuki celah yang sempit (menambah drag)